lagi.. lagi CINTA
oleh Utochan Rahayu pada 19 September 2011 jam 21:31
Melihat
beberapa status dan catatan dari kawan-kawan, saya tergelitik untuk
membuat suatu tulisan tentang cinta dimana hampir semua orang mungkin
pernah membahasnya. ditemani lantunan lagu "i believe"-nya Maher Zain
feat Irfan Makki, saya mulai menulis...
sudah banyak puisi-puisi yang berusaha mendeskripsikan makna cinta. jutaan lagu, novel, hingga bualan-bualan ala lawakan. saya bukan seorang sastrawati. saya juga tak pandai membahasakan cinta yang notabenenya adalah sebuah perasaan yang abstrak, hingga perasaan ini divisualisasikan dalam bentuk kata, belaian, bentakkan, dan diam. semuanya bisa berarti cinta. bahkan mungkin semuanya adalah cinta??
ketika ibu mengatakan jangan pulang malam dengan nada keras, malam harinya ternyata ada kerusuhan didekat rumah saya. itu cinta dan saya merasakannya. ketika bapak membentak dengan tajam, "pakai jilbabmu!", saat ini saya menyadari betapa pentingnya kain ini menutupi seluruh tubuh saya. Itu cinta dan saya merasakannya. ketika kakak membalas sms dengan tanda seru diakhir kalimatnya "jangan berangkat ke JOgja besok!!", besoknya saya cukup habiskan uang itu buat makan (hehe). itu cinta dan saya merasakannya. ketika seorang kawan berucap dengan tegas "ummat menunggumu bergerak, jangan siakan mata telinga dan segala potensimu, sebab Allah akan mencukupkannya". itu cinta dan saya merasakannya. ketika "dia" memalingkan wajahnya dan berucap pelan "saya hanya ingin mengakhiri hubungan ini dengan dua hal pernikahan atau menyudahi interaksi, semoga Allah menjagamu dan menjaga kehormatanmu" (ala ayat2 cinta dikit). itu cinta dan saya merasakannya....
maka apa itu cinta?
Ia adalah sesuatu yang berada dibalik nada keras, bentakan tajam, tanda seru, ketegasan, palingan wajah. sesuatu yang lebih mulia dari sekedar perasaan sesama manusia. sesuatu itu adalah cinta hamba kepada Rabb-Nya, kepada Allah yang Maha perkasa, Maha mencinta. tak ada yang lain. tak lebih dari itu.
Insya Allah bersambung, kalo sempettt...
sudah banyak puisi-puisi yang berusaha mendeskripsikan makna cinta. jutaan lagu, novel, hingga bualan-bualan ala lawakan. saya bukan seorang sastrawati. saya juga tak pandai membahasakan cinta yang notabenenya adalah sebuah perasaan yang abstrak, hingga perasaan ini divisualisasikan dalam bentuk kata, belaian, bentakkan, dan diam. semuanya bisa berarti cinta. bahkan mungkin semuanya adalah cinta??
ketika ibu mengatakan jangan pulang malam dengan nada keras, malam harinya ternyata ada kerusuhan didekat rumah saya. itu cinta dan saya merasakannya. ketika bapak membentak dengan tajam, "pakai jilbabmu!", saat ini saya menyadari betapa pentingnya kain ini menutupi seluruh tubuh saya. Itu cinta dan saya merasakannya. ketika kakak membalas sms dengan tanda seru diakhir kalimatnya "jangan berangkat ke JOgja besok!!", besoknya saya cukup habiskan uang itu buat makan (hehe). itu cinta dan saya merasakannya. ketika seorang kawan berucap dengan tegas "ummat menunggumu bergerak, jangan siakan mata telinga dan segala potensimu, sebab Allah akan mencukupkannya". itu cinta dan saya merasakannya. ketika "dia" memalingkan wajahnya dan berucap pelan "saya hanya ingin mengakhiri hubungan ini dengan dua hal pernikahan atau menyudahi interaksi, semoga Allah menjagamu dan menjaga kehormatanmu" (ala ayat2 cinta dikit). itu cinta dan saya merasakannya....
maka apa itu cinta?
Ia adalah sesuatu yang berada dibalik nada keras, bentakan tajam, tanda seru, ketegasan, palingan wajah. sesuatu yang lebih mulia dari sekedar perasaan sesama manusia. sesuatu itu adalah cinta hamba kepada Rabb-Nya, kepada Allah yang Maha perkasa, Maha mencinta. tak ada yang lain. tak lebih dari itu.
Insya Allah bersambung, kalo sempettt...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar