Selamat datang diblo saya

Minggu, 22 Januari 2012

Klakson anda

Pagi tadi saya bertemu dengan bapak penjaga kos yang saat itu sedang berjaga diPOS. Dengan sumringah ia menyapa saya yang sudah 5 bulanan pindah ke kontrakan. Beliau berteriak memanggil saya yang sedang menunggu dilapu merah.
“mau kemana?”
“mau ikut itu, Pak!” kata saya sambil menunjuk kerumunan orang yang sedang bersiap mengatur barisan.
“Kamu mau ikut demo?”
“hehe… iya Pak” kata saya cengengesan.
“wahh… mau jadi aktivis ya?”
“saya memang aktivis, Pak!” kata saya PD ditengah-tengah penunggu lampu merah. Bapak kos saya tersenyum sumringah sambil menganggukkan kepala. Saya jadi rindu dengan kosan lama.

Barisan berjalan, saya menyusul dibelakang dengan motor mio membantu saya sebagai tim kesehatan. Sampai sekarangpun rasanya jari-jari saya seakan akan menempel pada keyboard dan terlepas dari tangan.
Jika dibandingkan dengan dikendari, massa aksi ini tidaklah banyak. Tapi cukup panjang untuk membuat kemacetan dibeberapa ruas jalan yang memang sempit. Aksi mengenai penolakan harga BBM ini seharusnya merupakan aksi dengan isu paling merakyat dewasa ini. Siapa yang tidak membutuhkan minyak tanah dan bensin. Bahkan ketika sudah punya motor saya baru sadar betapa para tukang ojek harus beripikir serius dalam menetapkan ongkos angkutnya, para tukang sayur terhadap dagangannya, dan para pengusaha terhadap produksinya. Namun, Tidak semua orang terganggu dengan kenaikan BBM rupanya. Di perempatan BCA, barisan sempat berhenti lama sehingga pengguna jalan harus sejenak menghentikan kendaraan mereka dilampu merah. Apa yang mau saya sampaikan disini adalah, puluhan motor yang membunyikan  klakson mereka meminta jalan segera terbuka bagi mereka. Lama, klakson-klakson mobil dan motor terus berbunyi seakan-akan apa yang kami teriakan tidak mereka rasakan. Pertanyaannya
Apakah kenaikan harga BBM hanya terjadi pada peserta aksi?
Tidak, kecuali jika para pengguna jalan adalah pemilik exon mobile dan Freeport, atau mereka anggota DPR, atau mereka kacung-kacung asing yang mngontrol peng-gol-an undang-undang pro liberal. Atau…. Mereka anda? Yang bukan siapa-siapa, hanya orang-orang yang tidak peduli dengan pernyataan harap dari mereka yang mungkin kita anggap bodoh. Padahal kalian bisa jadi mahasiswa, dosen, cendekia, saintis, insinyur. Atau itu hanya title yang kalian dapat karena sempat bersekolah?
Klakson anda, menunjukkan siapa anda. Pastikan bunyi klakson anda diberikan pada orang yang tepat!

Pasca Aksi:
“ngambil motor ya, mba?”
“iya, pak…”
“kuliah dimana, mba?”
“DiBrawijaya, Pak…”
“ooo….. kalo dah kerja jangan jadi koruptor ya mba, Negara ini udah kacau, jangan lagi ditambahi koruptor. Hehe…” saya speechless sambil tersenyum dan menggaruk-garuk kepala, kawan saya sibuk mengambil motornya.

Pak parkir, saya ga akan jadi koruptor kok, karena waktu saya udah kerja, Khilafah sudah tegak. Allahu Akbar…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar